Category Archives: aku bisa karenamu

Belajar Di Perantauan

Standar

Merantau sebuah kata, sebuah perjalanan.

Mengadu nasib di tempat orang

Lebaran selalu balik ke kampung halaman

Walaupun di saku uang pinjaman

Merantau sebuah kata penuh harapan

Mencari ilmu di tanah orang

Berharap ilmu yang datang bisa di bawa pulang

Cinta pada kampung halaman tak mungkin hilang

Walaupun bertahun-tahun di negeri orang

Ayah bilang jangan pulang

Bawa Ilmu untuk sanak sakampuang

Ibu bilang! cepat pulang

Berikan Ilmu yang sudah kau dapat pada orang

Aku akan pulang….

Tapi tunggu sampai waktunya datang

Janji untuk mengabdi selalu di hati

Mengabdi untuk kampung yang tersayang.
Read the rest of this entry

Kecewa Dengan Sikapmu

Standar

“Ayo kita ke puskesmas” kata Ibu padaku. Aku hanya memberi kode dengan menundukkan kepalaku.

Pagi ini matahari baru mulai menampakkan dirinya. Suara burung menghiasi pagi ini. Pemandangan negeriku masih hidup, hijau dan masih sangat-sangat indah. Banyak orang yang kulihat mulai pergi, beranjak dari rumah mereka masing-masing. Mengadu nasib tentunya bagi bapak-bapak itu. Beberapa orang teman sebayaku telah bersiap menimba ilmu, berpakaian rapi putih biru. “maaf kawan tampaknya Aku hari ini tidak bisa pergi dengan kalian, ada urusan penting di puskesmas” kataku pelan pada Adam teman sebayaku. Dia hanya mengangguk-anguk dan di iringgi kata-kata “ok kawan, nanti kan kuberi tau padamu apa yang kudapatkan” ucapnya, yang mulai menjauh dariku. Read the rest of this entry

Aku dan Hidupku.

Standar

Aku ingin mereka tau bertapa susahnya Aku mendapatkan ilmu-ilmu yang berterbangan itu.

Orang tua menjadi semangat dan akan menjadi awan pelindung hidupku.

Sudah dua minggu Aku bersekolah. Sekarang seragamku sudah berubah, yang awalnya putih merah sekarang jadi putih biru. Mendapatkan predikat nilai yang sangat memuaskan ketika tamat dari bangku SD. Walaupun mendapatkan predikkat nilai yang sangat memuaskan tapi itu semua tak membantuku untuk melanjutkan sekolah dengan gratis. Read the rest of this entry

Arti Cinta

Standar

Petang menjelang malam. Matahari sedikit lagi menghilang, bulan dari timur sudah menampakkan jati dirinya, suasana di kota ini sudah berubah, patung-patung tak bernyawa sudah mulai meletakkan dagangannya, meletakkan dagangannya didepan tenda kecil itu, tanda sebuah kedihupan malam akan datang. Patung-patung itu sudah mulai meletakkan barang-barang dagangannya. Mereka tak mau hidupnya seperti matahari! hanya hidup disiang hari, mereka meletakkan hidupnya pada dagangannya itu! Mau laku atau tidak laku suaranya tetap berbunyi seperti radio yang baru di isi baterai, mereka berbunyi untuk sedikit kehidupan esok hari. Read the rest of this entry