Menjadi pendamping boleh juga!!!

Standar

Sedikit kisah ketika mendampinggi peserta MTQ!!

Sebuah perjalanan malam ku tempuh dengan mereka. Para anak-anak yang bermimpi memenangi perlombaan ini. Aku yakin dengan suara-suara yang dimiliki mereka dan beberapa lagu yang dikuasi mereka, mereka akan menang.

***

Sebuah mobil akan mengantarkan kami menuju lokasi, kalian harus tau bukan jalan raya atau pun jalan yang bagus yang akan kami lewati. Sebuah jalan kecil, yang hanya bisa dilalui oleh satu mobil, perjalanan malam kami mulai.

***

Jalanan yang berkelok-kelok akan kami lalui, “ dek!! abang yakin beberapa kalian akan juara” hanya kalimat itu yang bias ku ucapkan pada mereka. Menikmati perjalanan menuju di kaki gunung, ya kalian harus tau hanya inilah akses jalan yang bias kami lewati untuk sampai di lokasi.

***

Pandangan yang tak biasa terlihat oleh mataku. Banyak pemuda yang melihat acara ini, mungkin di tempat perantauanku beberapa tahun belakangan tak bias kulihat. “waw, banyak juga yang ngelihat ya” ucapku pada salah seorang peserta utusan mesjidku. “iya bang, ngak seperti biasanya” balasnya padaku.

Sebuah masjid yang penuh dengan hiasan ternyata telah menunggu kedatangan kami. Walaupun masjidnya juga menunggu kedatangan peserta lain. Aku sebagai pendamping berjalan menuju tempat panitia, mendaftarkan beberapa orang utusan.

“Kak 2 peserta remaja dan 3 peserta anak-anak” ucapku padanya. “ok bang silahkan isi formulirnya” balasnya sambil memberika sebuah pena dan buku pendaftaran. Harus menunggu lama memang untuk melihat mereka unjuk kebolehan.

***

Sungguh ucapanku harus ku tarik kembali. Pemuda-pemuda yang awalnya ku banggakan akan hadirnya mereka, harus ku laknat. Mereka berbondong-bondong masuk masjid dan mengeluarkan rokok. Aku hanya bias berkata “ masjid kecil, dan di penuhi asap rokok, bagai mana dengan peserta, mereka akan sulit mengeluarkan aksi terbaik mereka”. Aku segera berjalan keluar untuk menghindari kumpulan asap rokok yamg telah merubah suasana masjid.

***

Subuh sudah dating. Beberapa orang utusan masjidku telah tampil. Hanya satu orang lagi yang belum, “bagus kalian hebat” ucapku pada mereka.

***

“Bersiap-siap pemegang lot 51” suara itu terdengar oleh kami. Aku yakin anak ini pasti akan juara. Karna dia sudah menjadi utusan provinsi untuk MTQ nasional.

Suara yang dikeluarkannya sangatlah merdu mungkin kalian harus mendengarkannya juga. Sebenarnya aku juga ingin seperti dia, tapi apa daya waktu tak ada.

***

Allhamdulillah satu orang utusan dari masjid kami berhasil mendapatkan juara, dab yang anehnya lagi salah seorang utusan kami harus di disk karena terlalu hebat, dan telah sering menjuarai event ini. Ya ngak pa pa yang penting pengalaman dan yang paling aku benci asap rokok menyebabkan 3 orang utusan kami tidak maksimal, aneh di masjid mereka merokok.

Padang panjang

09/ 07/ 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s