Perlukah Aku Bangga!!

Standar

“Perlukah Aku bangga dengan kakak-kakakku yang sudah lulus UN! Tapi jangan buat ke curangan” .

Hanya selamat yang bisa kuberikan pada kakak-kakakku yang sudah lulus UN. Aku tak bisa memberikan lebih, Aku tak bisa membuatkan pesta, Aku bahkan tidak bisa ikut merayakan kelulusan kakak-kakakku yang sudah menerima tanda kelulusannya.

“Ayah boleh pinjam korannya” ucapku pada ayah yang sedang membaca koran sambil menikmati kopi yang masih hangat itu. “oh Kamu mau baca juga” ucap Ayahku sambil memberikan sebagian koran yang di pegannya. “Makasih Yah” ucapku sambil tersenyum. Setelah mendapatkan koran itu, Aku segera duduk di dekat Ayah. Melihat berita utama yang di sajikan koran pagi ini, membuatku tambah benci dengan pejabat-pejabat negara kita.

Aku tidak mau membaca terlalu lama kebusukan yang disajikan dalam breita tersebut. Aku segera membalik koran tersebut ke halaman selanjutnya. “20 orang siswa mendapatkan Nilai 100”. waw ternyata Siswa-siswi Indonesia Ini hebat-hebat ucapku dalam hati. Setelah Aku selesai membaca berita tersebut. 20 orang siswa itu masih terdapat di satu provinsi ino bearti masih banyak lagi kakak-kakaku yang mendapatkan nilai seratus.

Setelah aku berfikir-fikir kenapa Aku harus bangga dengan kakak-kakakku itu?. Sebagian dari mereka berbuat kecurangan, sebagian dari mereka membeli kunci jawaban, bahkan sebagian dari mereka di berikan kunci jawaban oleh guru-gurunya yang curang. Jadi apa yang perlu kubanggakan!.

Berdasarkan kesepakatan terbaru petinggi-petinggi Indonesia, katanya kelulusan di tentukan oleh sekolah masing-masing. Jadi apa yang perlu ditakutkan?. Kalau memang kakakku serius belajar di sekolah, selalu mengikuti pelajaran dengan baik dan tidak pernah bolos sekolah jadi apa yang perlu di takutkan. Pasti guru-guru mempunyai nilai tersendiri untuk kakak-kakak!.

Aku tau kakak-kakak takut dengan yang namanya UN, Aku tau kakak takut tidak lulus Sekolah dan Aku tau kakak-kakak takut tak diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Kak jangan takut kalau kakak memang serius maka ketakutan itu Akan hilang sendiri, keberhasilan akan mendekati orang-orang yang serius dan Perguruan Tinggi Negeri yak mungkin menyia-nyiakan calon pembangun bangsa ini.

Mind set orang-orang Indonesia itu sangat menjijikan. Kenapa Aku bilang sangat menjijikan! Ya, karena kenapa kita harus takut UN, sebenarnya di dalam UN itukan yang di teskan soal-soal yang kita pelajari selama tiga tahun di sekolah! Bukan soal-soal yang tidak kita pelajari. Pasti semua soal-soalnya sudah kita pelajari. Jadi sebenarnya yang perlu kita rubah itu adalah Mind set kita akan Ujian itu.

Salah seorang kakak saya yang sudah kuliah mengatakan bahwasanya UN itu mudah. Yang ada di soal UN itu adalah soal-soal yang sudah pernah kita bahas. Jadi ngapain takut.

Saya sangat bangga pada 4 orang kakak SMA yang mengakui kalau ada kebocoran soal. Ini menandakan di balik orang yang licik masih ada orang yang baik. Menutrut saya kebocoran soal UN itu berasal dari atas, ya saya berpendapat seperti ini karena orang-orang ataslah yang mengetahui proses pembuatan soal UN da orang-orang ataslah yang mengetahui semuanya, kan ndak mungkin petani yang tau kalau tentang soal-soal UN, ya pasti orang-orang ataslah yang tau.

Saranku untuk teman-teman yang akan menghadapai UN tahun depan! Percaya dirilah, angap UN itu hanya sekedar latihna biasa, semakin santai kita maka semakin mudahlah sebuah perkerjaan. Seriuslah belajar, jangan pernah cabut, bolos bahkan jangan sampai tidur saat pelajaran berlangsung. Orang bilang “restu orang tualah yang pertama, kemudian restu guru. Jangan sampai terlam pergi ke sekolah, kalau teman-teman terlambat ke sekolah maka gerbang sekolah telah di tutup, jadi teman-teman tak bisa ikut pelajaran dan akhirnya ketinggalan deh. Selalulah mengulang pelajaran saat waktu luang. Jangan pernah belajar ketika besok akan di adakan ulangan. Jika teman-teman dapat melakukan semuanya maka saya yankin teman-teman akanmudah meng hadapi UN.

Saran untuk guru-guru! Jangan pernah mneyarankan anak-anaknya untuk mencari kunci jawaban. Guru pasti tau bagai mana cara mengajarkan anak-anaknya dengan baik. Selalulah pantau anak-anaknya saat pelajaran, jangan sampai anak-anaknya tertidur saat pelajaran karena bosan. Berikan metode pembelajaran yang cocok pada siswanya, jika siswa senag maka sisiwa tersebut akan musah menguasai pelajarannya.

Saran untuk petinggi! Awasi terus proses pembuatan soal UN. Jangan terlalu percaya ke pada seseorang, karena bisa saja orang itu menghianati.

Buat teman-teman! Aku selau percaya kita akan berhasil, karena jika kita percaya maka semuanya akan mendekat dengan kita. Jangan takut! Karena kalau kita takut, maka kita kehilangan kepercayadirian kita.

Bogor

12/ Mei/2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s