Arti Cinta

Standar

Petang menjelang malam. Matahari sedikit lagi menghilang, bulan dari timur sudah menampakkan jati dirinya, suasana di kota ini sudah berubah, patung-patung tak bernyawa sudah mulai meletakkan dagangannya, meletakkan dagangannya didepan tenda kecil itu, tanda sebuah kedihupan malam akan datang. Patung-patung itu sudah mulai meletakkan barang-barang dagangannya. Mereka tak mau hidupnya seperti matahari! hanya hidup disiang hari, mereka meletakkan hidupnya pada dagangannya itu! Mau laku atau tidak laku suaranya tetap berbunyi seperti radio yang baru di isi baterai, mereka berbunyi untuk sedikit kehidupan esok hari.

Aku sudah putus asa. ketika kisah cintaku hilang dibawa matahari, semua kisah yang telah kurangkai sejak lama itu terasa sia-sia. Aku merasakan kekecewaan yang sangat mendalam! Dia memutuskanku secara sepihak. Aku tak tau apakah aku punya salah? Selama ini hubungan kami baik-baik saja! Selalu saling menanyakan kabar, selalu telfonan dan ketika pulang sekolah bersama bahkan Aku mengantarkan hingga depan rumahnya. Ibunya telah mengenalku bahkan Aku sering membantu ibunya bahkan mengantarkan ibunya.

Aku sangat susah untuk mendapatkanya. Beribu cara ku lakukan untuk mendapatkanya. Ketika saat itu telah kusiapkan matang-matang untuk menyatakan cintaku padanya. Beberapakali penolakan sempat kurasakan. Aku terus berusaha untuk mendapatkanya dan saat itulah tak bisa ku lupakan ketika akhirnya usaha kerasku di terimanya. Mulai saat itu aku bangkit karena memang awalnya aku malas-malasan, pemarah dan banyak kekurangan dariku. Dia menerimaku dengan syarat, Aku harus lebih rajin dan bisa melakukan yang terbaik.

Sejak saat itu Aku memang berubah, Aku mulai menikmati arti cinta yang sebenarnya, saling bersama untuk meraih masa depan yang lebih baik! Itulah arti cinta yang sebenarnya. Dia selalu melihatku mengawasi bahkan dia selalu mengingatkanku untuk selalu berusaha dan tak pernah putus asa.

Dia adalah orang yang terbaik yang pernahku kenal.

Angin malam membawaku menikmati perihnya rasa ketika ditinggalkan seseorang. Orang yang sangat kita cintai telah meninggalkanku, Aku ingin mati! Aku tak ingin meraskan siksa ditinggalkan orang yang kita kasihi.

Aku segera pergi dari kerumunan patung-patung malam, antah apa yang ditunggu mereka malam ini. Hpku tiba-tiba berbunyi,sepertinya seseorang menelfonku, ku ambil hp itu dari kantong jaket sebelah kananku dan segera ku angkat. Suara orang menangis terdengar olehku, belum sempat ngomong apa orang itu langsung berkata “segera ke rumah sakit, ada sesuatu” dan seketika itu jugalah pembicaraan itu terputus. Aku tak tau mau melakukan apa! Akhirnya Tanpa berfikir panjang motor ninja ini segeraku pacu secepat mungkin menuju rumah sakit. Irama jalan raya yang sunyi mengiringi perjalananku menuju rumah sakit.

Hanya beberapa menit kemudian Aku telah melihat rumah sakit, dan sesegera mungkin motor kuparkir. Aku ndak tau dimana ruangannya seketika ku ambil hpku kembali dan nomor yang menelfontadi kuhubungi lagi. tak butuh waktu lama telfonku di angkat, aku segera menanyakan dimana ruanganya. Aku berjalan melewati lorong rumah sakit, beberapa orang suster mulai bejaga malam.

Aku sudah sampai di ruangan yangku tuju! seseorang terlihat terbaring diatas tempat tidur, di selimuti selimut berwarna hitam putih. Seorang ibu-ibu yang duduk didekat tempat tidurnya terlihat bersedih. Aku mengetok pintu dan masuk ke ruangan itu. Setelah ku perhatikan wajahnya Ternyata yang terbaring di atas kasur itu adalah Dara orang yang selama ini ku cintai.

“penyakitnya kambuh lagi” kata ibunya.

“sakit apa bu” tanyaku kembali.

“kanker” jawab ibunya. Aku tak tau kalau dia kanker dia tidak pernah bilang dan ibunyapun tidak pernah bilang padaku.

Setengah jam lalu ibunya Dara telah pulang. pulang untuk menemani adeknya yang masih kecil dirumah.

Tak lama kemudian Dia sadar dari tidurnya! Dia kaget mengetahui bahwa Aku sudah berada di sampingnya. Terlihat wajah sedih bercampur capek di wajahnya. Bulir-bulir air mata mulai keluar dari matanya, walaupun dia berusaha untuk menutup matanya tersebut. Darameminta maaf padaku dengan kata terbata-bata! Aku kurang paham kenapa dia minta maaf. Aku bertanya

“kenapa kamu minta maaf”.

“aku bohong, kamu ndak cocok sama orang penyakitan seperti Aku” jawabnya sambil mengusap air.

“Walaupun kamu penyakitan, cinta ini takkan pernah berubah. tukasku padanya.

Ingat semuanya! Aku bisa berubah karenamu. Mungkin kalau bukan karenamu Aku ndak akan berubah, jangan pernah merasa bersalah, aku akan selalu bersamamu, walaupun kamu menjauhi ataupun meninggalkanku. Jangan pernah menyimpan rahasia dariku, karena rahasiamu juga rahasiaku, penyakitmu juga penyakitku, sehatmu juga sehatku.

Kami terdiam sejenak tak ada yang bisa kami lakukan lagi. Semuanya telah terbuka, dia sakit dan karena itulah dia memutuskanku.

 

Goresan Pena Hitam

02/ April /2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s