Hidupku Akan Seperti Ini

Standar

Matahari akan segera menghilang, setelah lelah memberikan cahayanya seharian ini. Tapi Aku tetap yakin kalau dia akan kembali esok pagi, untuk membangunkanku dari tidur ini. Dia akan Menjadi saksi bisu perjuanganku, kejamnya dunia ini untuk kami dan dia juga jadi saksi banyaknya kebohongan yang terjadi.

Aku sudah capek, sudah capek akan usaha yang sia-sia ini. Semua tenagaku sudahku keluarkan untuk mendapatkan sesuap nasi, memberikan sedikit bahan untuk di olah di dalam usus ini. Semua orang yang berada di kolong ini juga sudah sangat kelelahan, kelelahan Akan usaha untuk mendapatkan sesuap nasi disetiap harinya, kadang kami hanya bisa merasakan sensasi air putih untuk menghilangkan jeritan perut ini.

Kami hanya dianggap sebagai sampah masyarakat, setiap hari mengumpulkan botol-botol untuk kami jual malam harinya. Kadang usaha kami ini hanya membuahkan sedikit hasil, botol yang kami jual hanya bisa kami gunakan membeli seliter beras dan membeli sebungkus garam. Hanya garam yang bisa kami jugakan untuk menemani makan ini. Harga sayur yang semakin melangit dan kami tak bisa berbuat apa-apa.

Aku sudah capek hidup, letih, aku tak tega melihat setiap harinya saudara-saudaraku bekerja, mereka seharusnya bisa mendapatkan pendidikan, mereka harus mengubah jalur hidup kami. Tapi apa daya mereka juga harus membantu kami mengumpulkan botol-botol ini. Kami tidak mendapatkan perhatian dari pusat! kami hanya bisa merasakan perihnya hidup dinegeri ini. Hanya yang punya uang yang bisa hidup, mereka diberikan perhatian lebih, tapi kami sebagai rakyat kecil tak diberi perhatian. Kami hanya bisa merasakan, menunggu kapan janji-janji itu akan ditepati.

Aku selalu berharap pemerintah memberikan kami bantuan, bahkan Aku berharap supaya pemerintah memperhatikan saudara-saudaraku yang masih kecil-kecil ini, bapak yang hebat, mereka masih kecil, tolong berikan mereka sekolah. Hanya itulah harapanku untuk mereka. Tapi apa daya mereka hanya akan mengurus orang-orang mereka. Kadang-kadang Aku sudah bosan dengan harapan-harapan ini. Tapi apa boleh buat harapanku sudah hilang di bawa angin malam.

Pagi ini Kami sudah siap untuk menyelusuri jalanan ibu kota, kami sangat bersyukur Matahari tetap setia menemani perjuangan ini. Kami mengumpulkan butiran-butiran nasi yang berserakan. Kami berpencar untuk mendapatkan butiran nasi ini. Aku dan temanku menyelusuri jalanan kota. Pakaian yang ku kenakan sudah sangat buruk, ini mungkin tak bisa dikatakan sebagai pakaian lagi! Karena sudah sangat buruk dan sudah banyak tambalanya.

Ejekan mereka para manusia berdasi tak jadi masalah bagi kami! Jika kami malu maka butiran nasi tak kami dapatkan. Malu sudah hilang dari otak kami. Kenapa kami harus malu kalau ini halal dan kami tidak mencuri.

Polisi itu telah hafal kalau pagi ini kami akan lewati kantor posnya lagi. Sudah hampir 4 tahun kami melewati pos polisi ini, mungkin kalau dia bisa bicara, dia akan berkata sudah bosan Aku lihat tampang kau. Aku ingin semua orang yang melihat perjuangan kami sadar akan keberadaan kami. Jangan anggap kami sampah masyrakat. Kalian salah orang bukan kami yang sampah masyarakat. tapi mereka orang yang duduk bersenang-senang disana yang sampah masyarakat.

Aku binggung! kenapa kami percaya pada mereka, janji-janji mereka dan semua omongan mereka. Mereka itu pembohong, hanya pembuat janji palsu. Semua orang telah tertipu dengan omongannya. Aku ingin jika suatu saat nanti, salah satu dari kami bisa memasuki gedung itu, maka mereka harus memperhatikan masyarakat yang tidak mampu.

Jalanan ini akan jadi saksi selamanya akan penderitaan ini, penderitaan yang disebabkan oleh pembohong ini, Aku berharap semua orang sadar dan tidak tepukau dengan rayuan mereka. Aku akan melanjutkan pekerjaanku ini tapi satu yang perlu mereka ingat! Jangan ejek kami. Karena kami lebih mulia dari kalian.

Bogor

23/ Maret/ 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s